Senin, 16 Mei 2016

Komunikan (Sasaran/Penerima Pesan)...Th Ginting



KHALAYAK
I. Pendahuluan
            Komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena tidak ada manusia yang tidak melakukan komunikasi. Dan dalam komunikasi ada seorang komunikator, pesan, media/saluran, penerima, dan efek. Semua unsur-unsur tersebut saling berkaitan dan saling mendukung satu sama lain. Namun, pada kesempatan kali ini kami penyaji akan membahas tentang penerima pesan/khalayak dalam komunikasi. Dengan demikian, dalam proses komunikasi atau dalam penyampaian pesan terhadap khalayak bisa semakin mudah apabila kita telah mengetahui hal-hal yang penting yang berkaitan denagan khalayak. Semoga sajian ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

II. Pembahasan
2.1. Pengertian Khalayak    
            Khalayak bisa disebut dengan istilah penerima, sasaran, pembaca, pendengar, pemirsa, audience, decoder atau komunikan. Khalayak adalah salah satu aktor dari proses komunikasi. Karena itu unsur khalayak tidak boleh diabaikan, sebab berhasil  tidaknya suatu poroses komunikasi sangat ditentukan oleh khalayak. Khalayak dalam studi komunikasi bisa berupa individu, kelompok, dan masyarakat.[1] Dalam hal ini komunikator berperan untuk mengetahui siapa yang akan menjadi khalayaknya sebelum proses komunikasi berlangsung. Pendekatan dengan khalayak dimulai dengan suatu anggapan bahwa khalayak adalah sasaran yang hendak dicapai.[2]

2.2. Karakteristik Khalayak
               Ada beberapa yang menjadi karakteristik khalayak diantaranya:
a. Khalayak sebagai penggarap informasi
               Pada dasarnya proses pengelolahan informasi yang terjadi pihak penerima (khalayak)  bersifat “selektif”. Pihak penerima pesan pada saat berhadapan dengan “bentuk informasi” tertentu akan melakukan “decoding” (pemecahan atau penginterpretasikan kode). Akhirnya, tidak semua isi informasi akan diserap oleh si penerima secara utuh. Artinya, satu atau beberapa bagian dari isi pesan itu tidak akan dicerna atau diolah karena tidak masuk dalam kerangka pengetahuan dan pengalaman hidupnya, atau karena dipandang tidak sesuai dengan keperluan, minat, dan keinginannya. Beberapa studi menunjukkan bahwa, tingkat pendidikan seseorang secara signifikan turut mempengaruhi derajat pengolahan informasi yang sampai kepada dirinya. Orang yang latar belakang pendidikannya relative ‘tinggi’, di samping tinggi rasa ingin tahunya tentang sesuatu, juga cenderung lebih kritis, selektif, dan banyak pertimbangan dibandingkan dengan orang yang latar belakang pendidikannya lebih rendah.
b. Khalayak sebagai “Problem Solver”
               Khalayak jelas tidak terlepas dari permasalahan kehidupan yang mereka hadapi. Mereka juga akan selalu berupaya mencari cara-cara pemecahannya.  Dari pihak penerima pesan (khalayak), salah satu fungsi yang diharapkan dari penyebaran informasi melalui media massa adalah , bahwa informasi tersebut mampu membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian informasi atau pesan yang dipandang tidak membantu mereka dalam memecahkan permasalahan atau malah mungkin menambah kesulitan/permaslahan baru, jelas tidak akan mendapat perahtian mereka.
c. Khalayak Sebagai Mediator
               Pada dasarnya proses penyebaran informasi tidak berhenti pada khalayak sasaran secara langsung sebagai barisan pertama. Proses penyebaran komuniaksi yang demikain lazim disebut sebagai “multi-step flow of communication”.
d. Khalayak Yang Mencari Pembela
               Pada suatu waktu seseorang dapat mengalami krisis keyakinan dan diliputi rasa ketidakpastian. Hal ini bisa terjadi karena adanya sesuatu yang baru yang mempengaruhi keyakinan, atau karena faktor-faktor yang lainnya. Dalam keadaan demikian orang tersebut akan berupaya mencari data dan informasi yang dipandang bisa mendukung atau membela keyakinannya.
               Motivasi mencari informasi yang diharapkan akan dapat menjadi “pembela” keyakinan merupakan salah satu factor yang mendorong terjadinya seleksi media. Dengan perkataa n lain, seseorang memilih stu medium tertentu dengan alasan bahwa informasi yang diperoleh dari medium tersebut mampu mendukung atau mempekuat keyakianannya.  Dengan perkataan lain, seseorang memilih satu medium tertentu dengan alasan bahwa informasi yang diperoleh dari medium tersebut mampu mendukung atau memperkuat keyakinannya.
e. Khalayak Sebagai Anggota Kelompok
               Sebagai mahluk sosial, seorang individu juga terikat oleh nilai-nilai kelompok yang diikutinya, baik secara formal maupun informal.
f. Khalayak Sebagai Kelompok
               Secara sosiologis masyarakat terdiri dari kelompok-kelompok orang yang mempunyai ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri bisa menyangkut cirri demografis seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, sukubangsa, dan bisa juga brdasarkan cirri-ciri nondemografis seperti nilai, hobi, orientasi, dan lain-lain.Cara berbicara dengan kalangan orang tua tentunya berbeda dengan kalangan anak muda. Kaitannya dengan proses penyebaran informasi melalui media massa adalah, bahwa diperlukan adanya “segmentasi” khalayak. Melalui segmentasi ini khalayak dipandang sebagai suatu kelompok yang secara relative mempunyai ciri-ciri yang tidak terlalu beragam. Dengan demikian, penyajian pesan/ informasi dengan sendirinya akan disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik dari kelompok khalayak.
g. Selera Khalayak
               Dalam kaitannya dengan media massa seperti surat kabar dan majalah, selera khalayak ini bisa menyangkut aspek-aspek jenis isi informasi, (misalnya informasi politik, ekonomi, sosial, budaya), teknik penyajian (bentuk huruf, lay out), atau bentuk/formatnya (surat kabar, majalah, tabloid, sheet). Agar penyampaian informasi mencapai sasarannya, terlebih dahulu perlu diketahui apa dan bagaimana selera dari calon sasaran khalayak yang akan dituju. Selera khalayak ini bisa juga berubah-ubah.[3]

2.3. Aspek-Aspek Yang Perlu Diketahui Komunikator Menyangkut Khalayak
            Ada tiga aspek yang perlu diketahui seorang komunikator menyangkut khalayaknya, yakni aspek sosiodemografik, aspek profil psikologis, dan aspek karakteristik perilaku khalayak.
1. Aspek Sosiodemografik
       Dalam aspek ini komunikator perlu memahami hal-hal sebagai berikut.
1. Jenis kelamin, apakah khalayak itu mayoritas laki-laki atau wanita.
2. Usia, apakah khalayak umumnya anak-anak, remaja atau orang tua.
3. Populasi, apakah jumlah khalayak yang ada kurang dari 10 orang atau llebih dari 50 orang.
4. Lokasi, apakah khalayak unmumnya tinggal di desa atau di kota.
5. Tingkat pendidikan, apakah mereka rata-rata sarjana atau hanya tamatan sekolah  dasar.
6. Bahasa, apakah mereka bisa mengerti bahasa Indonesia atau tidak.
7. Agama, apakah semuanya beragama Islam atau ada yang beragama lain.
8. Pekerjaan, apakah mereka umumnya petani, nelayan, guru atau pengusaha.
9. Ideologi, apakah mereka umumnya anggota partai tertentu atau  tidak.
10. Pemikiran media, apakah mereka rata-rata memiliki pesawat TV, berlangsung surat kabar atau tidak.
2. Aspek Profil Psikologis
       Dalam aspek ini komunikator memahami khalayak dari segi kejiwaan, diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Emosi, apakah mereka rata-rata memiliki temperamen mudah tersinggung, sabar atau periang.
2. Bagaimana pendapat-pendapat mereka.
3. Adakah keinginan mereka yang perlu dipenuhi?
4. Adakah selama ini mereka menyimpan rasa kecewa, flustrasi atau dendam?
3. Aspek Karakteristik Perilaku Khalayak
       Dalam aspek ini ada beberapa hal yang perlu diketahui komunikator, diantaranya:
1. Hobi, apakah mereka umumnya suka olahraga, menyanyi atau pelesiran.
2. Nilai dan norma, hal-hal apa yang menjadi tabu bagi mereka.
3. Mobilitas sosial, apakah mereka umumnya suka berpergian atau tidak?
4. Perilaku komunikasi, apakah kebisaan mereka suka berterus terang atau tidak[4]

2.4. Selektivitas Pesan Pada Khalayak
            Ada beberapa macam selektivitas pesan yang bisa terjadi pada setiap khalayak, diantaranya:

1. Selective Perception
               Selektive Perception maksudnya bahwa penerima memberi arti pesan menurut presepsinya. Persepsi ialah proses dimana seorang menyadari adanya objek yang menyentuh salah satu pancaindranya, apakah itu mata atau telinga. Persepsi terbentuk karena adanya rangsangan yang terorganisasi kemudian diberi interpretasi menurut pengalaman, budaya, dan tingkat pengetahuannya.
2. Selective Exposure
               Selective Exposure maksudnya, orang cenderung memilih informasi berdasarkan liputan yang disenanginya. Pilihan terhadap informasi bisa menurut ideologi, agama, suku, dan pekerjaan. Misalnya karena ia bekerja sebagai seorang polisi, maka ia lebih banyak memberi perhatian pada berita-berita kriminal yang dimuat dalam surat kabar daripada berita lainnya.
3. Selective Retention
               Selective Retention merupakan pemilihan informasi yang memberi kesan tersendiri pada penerima. Misalnya penerima memberi perhatian yang serius pada tayangan parawisata negeri Belanda, karena mengingatkan penerima pada pengalamannya ketika sekolah di negeri kincir itu.[5]

2.5. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Khalayak Untuk Menerima Pesan
            Ada beberapa faktor yang mempengaruhi khalayak untuk menerima pesan (ide), diantaranya:
1. Adanya kepentingan ganda yang dapat diperoleh kedua belah pihak, yakni antara sumber dan penerima (overlapping of interest)
2. Pesan itu memberi pemecahan masalah pada masalah yang dihadapi oleh khalayak (problem  solving).
3. Khalayak percaya komunikator yang menyampaikan pesan itu memiliki kompetensi dan kredibilitas yang penting.
4. Khalayak percaya bahwa pesan itu dapat membuat perubahan sebagaimana yang
diinginkan oleh khalayak.
            Namun Brent D. Ruben menyimpulkan bahwa khalayak menerima suatu pesan bukan saja ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh semua komponen yang mendukung terjadinya komunikasi. Sehingga, menurutnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan informasi, diantaranya:
1. Penerima;
a. Keterampilan berkomunikasi
b. Kebutuhan
c. Tujuan yang diinginkan
d. Sikap, nilai, kepercayaan, dan kebiasaan-kebiasaan
e. Kemamapuan untuk menerima
g. Kegunaan pesan
2.  Pesan;
a. Tipe dan model pesan
b. Karakteristik dan fungsi pesan
c. Struktur pengelolaan pesan
d. Kebaharuan (aktualitas) pesan
3. Sumber;
a. Kredibilitas dan kompetensi dalam bidang yang disampaikan
b. Kedekatan dengan penerima
c. Motivasi dan perhatian
d. Kesamaan dengan penerima (homophily)
e. Cara penyamapaiannya
f. Daya tarik
4. Media;
a. Tersedianya media
b.  Kehandalan (daya liput) media
c. Kebiasaan menggunakan media
d. Tempat dan situasi[6]

2.6. Perspektif tentang khalayak (audience)
            Melvin De Fleur dan Sandra Ball-Rokeach (1988) mengkaji interaksi audience dan bagaimana tindakan audiens terhadap isi media. Mereka menyajikan tiga perspektif yang menjelaskan kajian tersebut. Ketiga perspektif itu adalah sebagai berikut:
1. Individual Differences Perspective
            Perspektif perbedaan individual memandang bahwa sikap dan organisasi personal-psikologis individu akan menentukan bagaimana individu memilih memilih stimuli dari lingkungan, dan bagaimana ia memberi makna pada stimuli tersebut. Berdasarkan ide dasar dari stimulus-response, perspektif ini beranggapan bahwa tidak ada audiens yang relatif sama, makanya pengaruh media massa pada masing-masing individu berbeda dan tergantung pada kondisi psikologi individu itu yang berasal dari pengalaman masa lalunya. Dengan kata lain, masing-masing individu anggota audiens bertindak menanggapi pesan yang disiarkan media secara berbeda, hal ini menyebabkan mereka juga menggunakan atau merespon pesan secara berbeda pula. Dalam diri individu audiens terdapat apa yang disebut konsep diri, konsep diri mempengaruhi perilaku komunikasi -mempengaruhi kepada pesan apa kita bersedia membuka diri, bagaimana kita mempersepsi pesan itu, dan apa yang kita ingat. Dengan kata lain, konsep diri mempengaruhi terpaan selektif, persepsi selektif, ingatan selektif.
2. Social Categories Perspective
            Perspektif  ini melihat di dalam masyarakat terdapat kelompok-kelompok sosial yang didasarkan pada karakteristik umum seperti jenis kelamin, umur, pendidikan, pendapatan, keyakinan beragama, tempat tinggal, dan sebagainya. Masing-masing kelompok sosial itu memberi kecenderungan anggota-anggotanya mempunyai kesamaan norma sosial, nilai, dan sikap.  Dari kesamaan itu mereka akan mereaksi secara sama pada pesan khusus yang diterimanya. Berdasarkan  perspektif ini, pemilihan dan penafsiran isi oleh audiens dipengaruhi oleh pendapat dan kepentingan  yang ada dan oleh norma-norma kelompok sosial. Dalam konsep audiens sebagai pasar dan sebagai pembaca, perspektif ini melahirkan segmentasi. Contoh: Anak-anak membaca Bobo, Yunior, Ananda. Ibu-ibu membaca Kartini, Sarinah, Femina. Kaum Islam membaca Sabili, Hidayah.
3. Social Relation Perspective
            Persektif ini menyatakan bahwa hubungan secara informal mempengaruhi audiens dalam merespon pesan media massa. Dampak komunikasi massa yang diberikan diubah secara signifikan oleh individu-individu yang mempunyai kekuatan hubungan  sosial dengan anggota audiens. Tentunya perspektif ini eksis pada proses komunikasi massa dua tahap, dan atau multi tahap.[7]

2.7. Klasifikasi Khalayak Sasaran Media Massa[8]
            Berdasarkan bagan tersebut terlihat bahwa mulai dari tingkat individu sampai tingkat khalayak massa:
1. Pada tingkat individu
            Perlu pertimbangan tentang: (i) kebutuhan, keinginan, masalah, situasi, dan isu; (ii) hambatan untuk memperoleh kebutuhan dan merealisasikan keinginan; (iii) keterlibatan proses perolehan.
2. Pada tingkat publik dan komuniti
            Perlu diperhatikan tentang keadaan pasar “versus” kebutuhan dan keinginan publik; (ii) kategori kelompok yang mulai mengadopsi apa yang ditawarkan.
3. Pada tingkat kategori psikografis, gaya hidup dan subbudaya
            Perlu memperhatikan: (i) hubungan-hubungan sosial yang tejadi  diantara anggota suatu publik atau komunitas khusus, (ii) keadaan psikografis dan gaya hidup dan (iii) subbudaya yang berlaku diantara mereka dan hubungannya dengan inovasi
4. Pada tingkat geodemografis dan kategori sosial lebih diutamakan pada kategori sosial selain berdasarkan asas demografis juga memperhatikan geografis tempat sasaran menetap.
5. Akhirnya sedikit demi sedikit kita meraih suatu sasaran khalayak massa yang lebih besar.
2.8. Khalayak Massa
            Sifat-sifat dari khalayak massa, diantaranya:
1. Terdiri dari jumlah yang besar. Pendengar radio, televisi, atau pembaca koran adalah massa dalam jumlah yang besar. Dan sulit untuk memperediksi jumlah mereka.
2. Suatu pemberitaan media massa dapat ditangkap oleh masyarakat dari berbagai tempat, sehingga sifat audience massa juga ada tersebar dimana-mana, terpencar, dan tidak menelompok pada wilayah tertentu.
3. Pada mulanya audiensi masa tidak interaktif, artinya antara media massa dan pendengar atau pemirsanya tidak saling berhubungan, namun saat ini konsep mulai ditinggal, karena audien massa dan media massa dapat berintraksi satu dengan lainnya melalui komunikasi telepon.
4. Terdiri atas berbagai lapisan masyarakat yang sangat heterogen dan sulit dikelompokkan.
5. Tidak terorganisir dan bergerak sendiri.[9]

III. Kesimpulan
            Dari pemaparan diatas kami sebagai penyaji menyimpulkan bahwa khalayak adalah penerima, sasaran, pembaca, pendengar, pemirsa, audience, decoder atau komunikan. Khalayak merupakan salah satu aktor dari proses komunikasi. Karena itu unsur khalayak tidak boleh diabaikan, sebab berhasil  tidaknya suatu poroses komunikasi sangat ditentukan oleh khalayak. Adapun yang menjadi karakteistik dari khalayak yaitu khalayak sebagai penggarap informasi, khalayak sebagai “problem Solver”, khalayak Sebagai Mediator, khalayak yang mencari pembela, khalayak sebagai anggota kelompok, khalayak sebagai kelompok, dan selera khalayak. Sehingga ada beberapa faktor yang mempengaruhi khalayak dalam penerimaan pesan yaitu penerimanya itu sendiri, pesan, sumber, dan media.            

IV. Daftar Pustaka
Buangin Burhan, Sosiologi Komunikasi,  Jakarta: KENCANA, 2006
Cangara Hafied, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,2007
http://belajar-komunikasi.blogspot.co.id/2011/02/psikologi-khalayak.html
Liliweri  Alo, Garta-Garta Komunikasi Antarbudaya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001
Nurudin, Pengantar Komunikasi Massa, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2007


[1] Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,2007), 157
[2] Alo Liliweri, Garta-Garta Komunikasi Antarbudaya, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001), 302
[3] http://belajar-komunikasi.blogspot.co.id/2011/02/psikologi-khalayak.html

[4] Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,2007), 157-159
[5] Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,2007), 161-162
[6] Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,2007), 171-173
[7] Nurudin, Pengantar Komunikasi Massa, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2007),  106-108
[8] Nurudin, Pengantar Komunikasi Massa, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2007),  304-306
[9] Burhan Buangin, Sosiologi Komunikasi, ( Jakarta: KENCANA, 2006), 75-77

Tidak ada komentar:

Posting Komentar