Kitab
ROMA
I. Pendahuluan
Kitab Roma merupakan kitab yang
mendapat tempat yang agak utama dari antara surat-surat Paulus, bukan karena
kitab ini ditulis lebih dahulu daripada yang lainnya, melainkan karena apa yang
dicatat di dalamnya memuat uraian yang serba lengkap mengenai kabar kesukaan
yang telah diberitakan oleh Paulus dan Rasul-rasul lain. Dan surat Roma juga
merupakan surat edaran yang sangat bermanfaat bagi jemaat-jemaat Tuhan.
Kebanyakan surat-surat Paulus besifat membantah dan membetulkan, namun surat
Roma bersifat mendidik.[1]
Untuk itu agar kita semakin mengerti mengenai surat ini, saya sebagai penyaji
akan membahas beberapa hal penting mengenai surat Roma tersebut.
II.
Pembahasan
2.1. Latar Belakang
Surat Roma
Sejak lama rasul Paulus ingin
mengunjungi jemaat Kristen di Roma (15:23) untuk menguatkan iman mereka (1:11).
Walaupun sampai saat itu maksud terhalang, dia siap untuk “Memberitakan injil
kepada kamu yang diam di Roma” (1:13-15). Pada perjalannan penginjilannya yang
ketiga, sebelum meninggalkan Korintus (Kisah 20:1-3), dia menulis surat ini
sebagai penganti kunjungannya, dan rupanya telah dititipkannya kepada Febe dari
Kengkrea (16:1,2). Tidak lama kemudian Paulus ditahan di Yerusalem (Kisah
21:27, dan seterusnya). Dengan demikian akhirnya dia tiba di Roma, tapi sebagai
seorang tawanan (Kisah 28:16).[2]
Dengan sendirinya kota Roma merupakan tujuan akhir Paulus dalam menyebarkan
kabar baik tentang Yesus di seluruh kekaisaran Roma.[3]
2.2. Penulis Surat Roma
Surat Roma ditulis oleh Paulus dari
kota Korintus pada waktu ia berada di Akhaya (Kis 19:29 dan Kis 20:1-3).[4]
2.3. Waktu dan Tempat
Penulisan Surat Roma
Paulus sudah menyelesaikan usaha
pemberitaan injil di sebelah Timur (15:19,23), dan sedang menuju Yerusalem
(15:25) untuk menyampaikan pemberian jemaat Madekonia dan Akhaya. Dari surat 2
Korintus kita memperoleh keterangan bahwa pemberian itu dikumpulkan dan
diserahkan kepada Paulus pada perjalanannya yang ketiga (2 Kor 9:1-5; 13:1).
Berhubungan dengan catatan Kis 20:3, kita menarik
kesimpulan bahwa surat ini dikirim dari Kengkrea, pada waktu Paulus terpaksa
mengambil keputusan untuk menempuh jalan darat. Agaknya surat yang panjang dan
teratur ini sudah didektekan lebih dahulu, yaitu jangka waktu tiga bulan,
ketika Paulus berada di tanah Yunani (Kis 20:2). Menurut catatan Kis:6,
waktunya surat ini ditulis bulan pertama tahun 57.[5]
2.4. Maksud dan
Penerima
Paulus menujukan surat ini kepada
gereja di kota Roma. Gereja yang beranggotakan orang Yahudi dan sebagian besar
non-Yahudi.[6]
Pada saat Paulus menulis surat ini, pekerjaannya disebelah timur kerajaan Roma
dianggapnya sudah selesai (15:19,23). Karena ia tidak berniat hendak
memberitakan injil di tengah-tengah, yang orang lain sudah masuki terlebih
dahulu (Roma 15:20, II Kor 10: 24, 16), maka ia memandang ke arah Barat:
Spanyol (15:24, 28), daerah yang masih luas, yang saat itu disebut-sebut
sebagai ujung bumi.
Tetapi sebelum ia memenuhi
cita-citanya itu, ia mau berkenalan dahulu dengan jemaat di kota Roma (1:10-13;
15:32). Kabar-kabar tentang itu ia sudah dengar, tetapi usaha untuk ke sana
semuanya gagal sampai pada waktu itu (1:8, 13). Perkunjungna ke Roma termasuk
dalam rencana pengkabaran injil oleh Paulus. Sebagaimana dahulu Antiokhia
menjadi “pangkalan” Paulus, sekarang Roma akan menjadi titik-tolaknya. Jadi maksud
Paulus yang konkret ialah untuk memperkenalkan dirinya, isi pemberitaannya dan
renacananya, sebab ia menghendaki supaya mereka nanti akan membantunya.[7]
2.5. Tujuan dan Isi
Bagian pertama yang utama dari surat
kiriman ini (1:18-3:20) menggambarkan keadaan manusia yang berdosa dan menunjukkan
bahwa seluruh dunia memerlukan penebusan. Dalam uraian mengenai berbagai
golongan manusia biasa terdapat gambaran
kemerosotan rohaniah dan akhlak. Sesungguhnya, kemerosotan rohaniah membawa
kepada kemerosotan akhlak.
Manusia telah berpaling dari Allah
dan jatuh ke dalam penyembahan berhala (1:21-23), karenanya “Allah menyerahkan
mereka” bahan berhala (1:24,26,28). Ada orang yang menyalahkan sesama
mereka,tetapi sebenarnya mereka sendiri patut disalahkan(2:1-3), karena mereka
melakukan hal-hal yang sama. Allah akan “membalas setiap orang menurut
perbuatannya” (2:6). Orang bukan Yahudi yang tidak mememiliki Taurat Yahudi
yang tertulis,memiliki kata hati dalam diri mereka (2:14,15). Meskipun semua
hak istimewanya, orang Yahudi tidak memelihara hidup rohaniah mereka sehingga
karena kegagalan tersebut nama Allah dicela diantara orang bukan Yahudi
(2:24,25). Keputusan terakhir menyataka nmereka semua bersalaah dihadapan
kebenaran Allah. Dengan perbuatan “tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di
hadapan Allah” (3:20).
Kemudian Paulus menyatakan
persediaan Allah ( 3:21-5:21). Jawabannya adalah pembenaran-dan itu terjadi
“karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya” (3:22). Allah
sanggup memelihara kebenaranNya sendiri, namun dapat menyatakan bahwa orang
berdosa dibenarkan karena pekerjaan Kristus yang mendatangkan penebusan (
3:24-26). Untuk melukiskan prinsip pembenaran oleh iman, Paulus memakai Abraham
sebagai contoh (seperti yang dilakukannya di surat Galatia juga), dengan
menunjukkan bahwa pembenaran abraham mendahalui penetapan penyunatan dan
pemberian hukum taurat. Jadi hanya karena imannya dia telah dinyatakan benar di
hadapan Allah (4:10-13).Seteleah dibenarkan, orang berdosa itu dapat memiliki beberapa
manfaat (5:1-11) yang dihasilkan oleh pekerjaan Yesus Kristus (5:12-21).
Berikutnya Paulus membicarakan efek
penebusan yang logis (6:1-8:39). Hal-hal yang terlihat dalam hubungan yang baru
dengan Allah sangat luas. Hidup yang baru (6:11) dan kesetia nyang baru
(6:12-14) harus dinyatakan.Meskipun perangai yang lama senantiasa menunutut
untuk berkuasa kembali (7:24), namun ada kemenangan melalui pekerjaan Roh Kudus
(fasal 8). Roh itu memberi kita kuasa yaitu “cukuplah kasih karuniaKu
bagimu” (II korintus 12:9).
Selanjutnya, Paulus menjelaskan
bahwa beritanya itu untuk seluruh dunia (9:1-11:36). Injil itu bagi orang
Yahudi maupun orang bukan Yahudi. Walaupun Allah sudah mengesampingkan umat
pilihanNya, yaitu Israel, tetapi ia tidak menolak mereka (11:1). Dia mahakuasa
dan hanya melaksanakan rencana penebusanNya (9:19-32). Kelak Israel akan
dipulihkan dan diberkati (11:25-32). Dewasa ini Injil diberitakan kepada semua
orang dan “barasiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan” (10:13).
Dalam bagian yang akhir ini,Paulus menguraikan
hasil-hasil pekerjaan penebusan (12:1-15:13). Paulus memulai dengan permohonan
agar mengabdi kepada Tuhan dengan sepenuhnya (12:1,2), kemudian ia meneruskan
dengan menunjukkan berbagai tanggung jawab dan hubungan yang dimiliki seorang
Kristen. Orang Kristen harus dengan bijaksana menilai dirinya dengan mengingat
kasih karunia Allah; ia harus menunaikan pelayanannya didalam gereja (12:3-8)
dan mengadakan hubungan yang selayaknya dengan orang lain (12:9-21), dengan pemerintah
(13:1-7), dengan masyarakat (13:8-14),dan dengan sesama Kristen yang berlainan
pendapat dengannya (14:1-15:13).[8]
2.6. Ringkasan Surat
Roma
Tema
surat ini ialah penebusan (3:24). Dengan saksama Paulus menyatakan lima segi
pokok, diantaranya:
I.
Pendahuluan (1:1-17)
II.
Dosa: Perlunya penebusan (1:18-3:20)
a. Dosa
bukan orang Yahudi (1:18-2:16)
b.
Dosa orang Yahudi (2:17-3:6)
c. Dosa
seluruh dunia (3:19-20)
III. Pembenaran:
Penyediaan penebusan (3:21-5:21)
IV. Penyucian: Akibat
penebusan (6:1-8:39)
a.
Persekutuan dengan Kristus (6:1-23)
b.
Pertentangan sifat-sifat (7:1-25)
c.
Kemenangan oleh Roh (8:1-39)
V. Orang Yahudi dan
orang bukan Yahudi: Lingkup penebusan (9:1-11:36)
a. Masa lalu Israel – Hukuman Allah atas dosa
(9:1-33)
b. Israel sekarang ini – Allah menawarkan
keselamatan (10:1-21)
c. Masa depan Israel – Allah menjanjikan
pemulihan (11:1-36)
VI. Pelayanan:
Buah-buah Penebusan (12:1-15:13)
VII. Penutup dan salam
(15:14-16:27)[9]
2.7.
Dokrin-dokrin yang diutamakan dalam Surat Roma
1. Kasih karunia. Istilah ini terdapat lebih dari 20 kali dalam surat
ini, yakni kasih karunia untuk keselamatan orang berdosa. Dengan kasih karunia
Tuhan, kita dibenarkan: dengan kasih karunia-Nya kita diubah menjadi orang
baru: dengan kasih karunia-Nya kita dikuduskan, dan sebagainya.
2. Kuasa. Kata ini dalam bahasa asli “dunamis”. Dengan kata kuasa ini dimaksudkan kuasa Allah di dalam
injil-Nya, yang terdapat menyelamatkan setiap orang yang percaya (Rm 1:16).
3. Dosa. Sikap dosa ditekan dalam Roma 6:23 sebagai kuasa maut. Dosa
itu tetap mematikan, dan dosa juda selalu berubah sampai banyak. Menanggung
akibatnya terlalu pahit.
4. Kebenaran Allah (Rm 3:22), yang diterima oleh anak-anak Tuhan
karena iman mereka dalam Yesus Kristus. Kebenaran ini bukan kebenaran yang
berasal dari kita, melainkan kebenaran yang berasal dari Allah sendiri.
5. Pendamaian, yang diperoleh karena iman dalam darah Kristus (Rm
3:25). Ini terjadi sebagaimana tercantum dalam Roma 5:10-11, ialah kita
“diperdamaikan oleh kematian Kristus, dan diselamatkan oleh hidup-Nya.
6. Iman, yang berasal dari Allah, yakni “ukuran iman, yang
dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing” (Rm 12:3).
7. Anak Allah. Oleh Roh Kudus orang yang percaya dijadikan anak-anak
Allah dan ahli waris akan janji-janji Allah (Rm 8:15-17)
8. Penebusan, yaitu yang artinya tercantum dalam Roma 3:24 dan
Efesus 1:7. Penebusan itu ada dalam Yesus Kristus, dan kita memperolehnya
dengan Cuma-Cuma karena Kristus sudah menanggung harganya dalam kematian-Nya.
9. Pemilihan Allah terhadap anak-anak-Nya. Di sini ada dua macam
pemilihan, yakni Allah memilih kita untuk mewarisi keselamatan, dan Ia memilih
kita sebagai utusan-Nya dalam penginjilan dan pelayanan (Rm 9:11 dan Yoh
15:16,19).
10. Pilihan Allah dari sejak semula, yaitu
sebelum dunia ini dijadikan, Allah sudah mengetahui siapa yang memilih Dia
sebagai Penebus-nya. Dan mereka itu yang menjadi pilihan Allah dari asas dunia
(Rm. 8:29 dan Ef 1:4-5).[10]
III.
Kesimpulan
Dari beberapa
pemaparan diatas kami sebagai penyaji menyimpulkan bahwa surat Roma merupakan
surat yang mendapat tempat yang agak utama dari surat-surat Paulus. Surat ini
ditulis oleh Paulus sendiri sekitar tahun 57 yang ditujukan kepada orang-orang
yang ada di Roma. Dan dari ringkasan yang ada diatas kita dapat menyimpulkan
juga bahwa surat ini bertemakan penebusan, yang terdiri atas beberapa
dokrin-dokrin yang diutamakan, misalnya: kasih karunia, kuasa, dosa,kebenaran
Allah, pendamaian, iman, anak Allah, Penebusan, pemilihan Allah terhadap
anak-anaknya, dan pilihan Allah dari sejak semula.
IV.
Daftar Pustaka
---------,
Perjanjian Baru, Jakarta: Lembaga
Alkitab Indonesia, 2003
Adi
S Lukas, Smart Book Of Christianity
(Perjanjian Baru), Yogyakarta: ANDI, 2012
Chapman
Adina, Pengantar Perjanjian Baru,
Bandung: IKAPI, 1995
Drane
John, Memahami Perjanjian Baru,
Jakarta: BPK GM, 2003
Dunnett
Walter M, Pengantar Perjanjian Baru,
Malang: Gandum Mas
Duyverman
M. E, Pembimbing Ke Dalam Perjanjian Baru,
Jakarta: BPK GM, 1988
Tenney
Merrill C, Survei Perjanjian Baru,
Malang: Gandum Mas, 2009
[1] Merrill C. Tenney, Survei Perjanjian Baru, (Malang: Gandum
Mas, 2009), 376
[2] Walter M. Dunnett, Pengantar Perjanjian Baru, (Malang:
Gandum Mas), 61
[3] John Drane, Memahami Perjanjian Baru, (Jakarta: BPK GM, 2003), 364
[4] ---------, Perjanjian Baru, (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2003), 380
[5] M. E. Duyverman, Pembimbing Ke Dalam Perjanjian Baru,
(Jakarta: BPK GM, 1988), 84-85
[6] Lukas Adi S, Smart Book Of Christianity (Perjanjian Baru),
(Yogyakarta: ANDI, 2012), 10
[7] M. E. Duyverman, Pembimbing Ke Dalam Perjanjian Baru,
(Jakarta: BPK GM, 1988), 81
[8] Walter M. Dunnett, Pengantar Perjanjian Baru, (Malang:
Gandum Mas), 61-62
[9] Walter M. Dunnett, Pengantar Perjanjian Baru, (Malang: Gandum
Mas), 62-63
[10] Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru, (Bandung:
IKAPI, 1995),56-57.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar