Metode-metode
Psikologi
I.
Pendahuluan
Psikologi
merupakan ilmu yang mempelajari tentang jiwa,sehingga kita perlu membahas
bagaimana cara-cara kita mempelajari tentang jiwa tesebut.Cara yang dimaksud
disini adalah metode-metode yang digunakan dalam psikologi.Dengan adanya metode
tesebut kita sebagai mahasiswa dan mahasiswi akan lebih terbantu dalam
mempelajari tentang jiwa tesebut.
II. Pembahasan
2.1. Pengertian metode
psikologi
Metode berasal dari kata “methodos” yang terdiri dari kata “metha”yang artinya melewati,menempuh
atau melaui dan kata “hodos” yang
artinya cara atau jalan.Jadi metode adalah cara atau jalan yang akan dilalui
dan ditempuh.
Istilah psikologi berasal dari kata psike yang berarti jiwa dan logos yang berarti
pengethuan.Jadi,psikologi adalah ilmu/pengetahuan yang mempelajari jiwa sebagai
dasar dari tingkah laku.[1]
Jadi,metode psikologi adalah cara
atau jalan untuk menempuh ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jiwa.
2.2. Jenis-jenis metode
psikologi
Secara garis besar psikologi terdiri
atas dua metode yakni metode yang bersifat filosofis dan metode bersifat
empiris,yang terbagi atas beberapa metode-metode didalamnya.
1.
Metode yang bersifat Filosofis[2]
Metode yang bersifat Filosofis
terdiri atas beberapa bagian,diantaranya:
a. Metode
Intuitif
Metode ini dilakukan dengan cara
sengaja untuk mengadakan suatu penyelidikan atau dengan cara tidak sengaja
dalam pergaulan sehari-hari.Dalam meode ini kita mengadakan penilaian terhadap
sesama kita atau benar-benar ingin kita ketahui keadaannya,melalaui kesan-kesan
terhadap orang tersebut.Metode ini kurang memenuhi syarat,karena harus
dikombinasaikan dengan metode-metode lain guna memperoleh kesimpulan yang
valid.
b. Metode
Kontemplatif
Metode
ini dilakukan dengan jalan merenungkan objek yang akan diketahui dengan
mempergunakan kemampuan berpikir kita.Alat utama yang digunakan adalah pikiran
yang benar-benar sudah dalam keadaaan objektif.Dalam arti murni,tidak bercampur
dengan pengaruh-pengaruh dari luar.Kalau
metode ini dapat dicapai,maka pikiran benar-benar dalam keadaan yang objektif
sehingga dapat dicapai hakikat objek yang dituju.
c. Metode
Filosofis Religius
Metode
ini menggunakan materi agama,sebagai alat utama untuk meneliti pribadi
manusia.Nilai-nilai yang terdapat dalam agama itu merupakan kebenaran absolut
dan pasti.Dengan kata lain,kita menyelidiki jiwa manusia beserta segala seginya
dengan menggunakan materi yang tertera dalam kitab suci sebagai norma standar
penilaian.
2. Metode yang bersifat Empiris[3]
Dalam metode yang bersifat Empiris terbagi atas beberapa
bagian,diantaranya:
a.
Metode Observasi
Metode
observasi merupakan metode yang
dilaksanakan untuk mempelajari kejiwaan
dengan sengaja mengamati secara
langsung,teliti,dan sistematis.
Dalam metode observasi,dapat dilakukan dengan tiga
cara,yanki:
(1). Metode Introspeksi
Metode ini dilakukan
dengan cara mengamati dan mempelajari sesuatu yang pernah dialami.Dalam
hal ini,penyelidik melihat kembali peristiwa-peristiwa kejiwaan yang telah
terjadi dalam dirinya sendiri dan bukan apa yang sedang terjadi di dalam
dirinya.
(2). Metode
Instrospeksi Eksperimental
Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengadakan
eksperimen secara sengaja dan dalam suasana yang dibuat.Metode ini merupakan
penggabungan metode introspeksi dan eksperimen.Pada introspeksi murni,hanya
diri penyelidik yang menjadi objek,akan tetapi pada introspeksi
eksperimental,jumlah subjek terdiri dari beberapa orang yang dieksperimentasi.
(3).Metode Ekstrospeksi
Suatu metode dalam ilmu jiwa yang berusaha untuk
menyelidiki atau mempelajari dengan sengaja dan teratur gejala-gejala jiwa
sendiri dengan membandingkan gejala jiwa orang lain dan mencoba mengambil
kesimpulan dengan melihat gejala-gejala jiwa yang ditunjukkan dari mimik dan
pantomimik orang lain.
b.
Metode Pengumpulan Bahan
Metode
pungumpulan bahan merupakan suatu metode dengan penyelidikan yang dilakukan
dengan mengolah data-data yang didapat dari kumpulan daftar pertanyaan dan
jawaban (angket),bahan-bahan riwayat hidup ataupun bahan-bahanlain yang berhubungan
dengan apa yang sedang diselidiki.Dalam rangka mendapatkan data dengan teknik pengumpulan bahan ini peneliti
dapat menempuh dengan tiga cara,yakni:
(1). Metode
Angket-Interviu
Metode ini merupakan suatu penyelidikan yang
dilaksanakan dengan menggunakan daftar orang banyak,sehingga berdasarkan
jawaban yang diperolehnya dapat diketahui keadaan jiwa seseorang.
(2). Metode Biografi
Metode ini merupakan lukisan atau tulisan perihal
kehidupan seseorang,baik sewaktu ia masih hidup maupun sesudah meninggal.Dalam
metode ini,seseorang menguraikan tentang keadaan,sikap ataupun sifat-sifat lain
mengenai orang yang bersangkutan.
Ada dua macam versi tulisan dalam metode ini,yakni
tulisan dalam buku harian yang ditulis orangnya sendiri yang disebut dengan Autobiografi.[4]Dan
versi kedua disebut dengan Biografi yang
artinya buku tentang riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang-orang
tertentu.
(3). Metode Pengumpulan
Bahan
Pengumpulan bahan artinya suatu metode yang
dilaksanakan dengan jalan mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan dalam
melakukan penyelidikan.
c.
Metode Eksperimen (Percobaan)
Istilah
eksperimen (percobaan) dalam psikologi berarti pengamatan atau secara teliti
terhadap gejala-gejala jiwa yang kita timbulkan dengan sengaja.Tujuanan eksperimen
adalah untuk mengetahui sifat-sifat umum dari gejala-gejala kejiwaan.Misalnya,mengenai
pikiran,perasaan,kemauan,ingatan,fantasi dan lain sebagainya.
d.
Metode Klinis
Metode
Klinis adalah metode yang berupa nasehat dan bantuan kedokteran yang diberikan
kepada para pasien,oleh ahli kesehatan.Metode klinis yang diterapakan dalam
psikologi ialah kombinasi dari bantuan klinis medis dengan metode
pendidikan,untuk melakukan observasi terhadap para pasien.Observasi dilakukan
dalam ruang klinik dengan fasilitas yang cukup,untuk meneliti segala tingkah
laku pasien.
e.
Metode Interviu
Interviu
merupakan metode penyelidikan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang
diberikan secara lisan dan berhubungan secara langsung (face to face).Hal yang penting pada interviu adalah membuat
pertanyaan sedemikian rupa hingga yang diinterviu tidak merasa diinterviu
dengan hal-hal yang telah disiapkan terlebih dahulu.
f.
Metode Testing
Metode
ini merupakan metode penyelidikan yang menggunakan soal-soal,pertanyaan-pertanyaan
atau tugas-tugas lain yang telah distandardisasikan.
g.
Metode Kuesioner[5]
Metode
ini merupakan metode dengan menggunakan daftar pertanyaan (angket) yang harus
dijawab atau dikerjakan oleh orang yang menjadi subjek dari penyelidikan
tersebut.Dengan metode orang dapat memperoleh fakta dan opini.Pada garis
besarnya angket terdiri dari dua bagian,yaitu :
1.Bagian yang mengandung data identitas.
2.Bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang
ingin diperoleh jawabannya.
h.
Metode Statistik
Metode
ini digunakan untuk mengadakan penganalisisan terhadap materi atau data yang
telah dikumpulkan dalam suatu penyelidikan.
i.
Metode Longitudinal
Metode
Longitudinal adalah metode penyelidikan yang membutuhkan waktu relatif lama
untuk mencapai sesuatu hasil penyelidikan.Misalnya,penyelidikan tentang
perkembangan seseorang.
j.
Metode Cross-Sectional
Metode
ini merupakan suatu metode penyelidikan yang tidak membutuhkan waktu lama di dalam
mengadakan penyelidikan dan metode ini hanya membutuhkan waktu yang relatif
singkat.Misalnya,penyelidikan melalui eksperimen.
III.
Kesimpulan
Melalui
pemaparan diatas,kami sebagai penyaji menyimpulakan bahwa tidak hanya satu
metode dalam psikologi bahkan bisa dibilang cukup banyak dan di dalam metode-metode
tersebut memiliki cara-cara yang berbeda dengan metode lainnya,misalnya melalui
penyelidikan secara langsung ataupun tidak
langsung,pengamatan,perenungan,berupa nasehat,dan juga dengan mengumpulkan
bahan-bahan.Nah,semoga dari apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat bagi kita
semua dan menambah wawasan pengetahuan kita.
IV.
Daftar Pustaka
Ahmadi
H. Abu,Psiokologi Umum,Jakarta:Rineka
Cipta,2009
Gazali.A ,Ilmu Jiwa Umum,Bandung:Ganaco,1980
Gunarsa
Singgih D,Psikologi
Perwatakan,Jakarta:BPK-GM,1987
Walgito
Bimo,Pengantar Psikologi Umum,Yogyakarta:ANDI,1992
[1] Singgih
D.Gunarsa,Psikologi
Perwatakan,(Jakarta:BPK-GM,1987),3
[2]H. Abu
Ahmadi,Psiokologi Umum,(Jakarta:Rineka
Cipta,2009),9
[3]H. Abu
Ahmadi,Psiokologi Umum,(Jakarta:Rineka
Cipta,2009),10-22
[4]A.Gazali,Ilmu Jiwa Umum,(Bandung:Ganaco,1980),14
[5] Bimo
Walgito,Pengantar Psikologi Umum,(Yogyakarta:ANDI,1992),17-28
Tidak ada komentar:
Posting Komentar