Senin, 16 Mei 2016

Metode Psikologi "Tuah Gtm"......



Metode-metode Psikologi
I. Pendahuluan
            Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang jiwa,sehingga kita perlu membahas bagaimana cara-cara kita mempelajari tentang jiwa tesebut.Cara yang dimaksud disini adalah metode-metode yang digunakan dalam psikologi.Dengan adanya metode tesebut kita sebagai mahasiswa dan mahasiswi akan lebih terbantu dalam mempelajari tentang jiwa tesebut.
II. Pembahasan
2.1. Pengertian metode psikologi
            Metode berasal dari kata “methodos” yang terdiri dari kata “metha”yang artinya melewati,menempuh atau melaui dan kata “hodos” yang artinya cara atau jalan.Jadi metode adalah cara atau jalan yang akan dilalui dan ditempuh.
            Istilah psikologi berasal dari kata psike yang berarti jiwa dan logos yang berarti pengethuan.Jadi,psikologi adalah ilmu/pengetahuan yang mempelajari jiwa sebagai dasar dari tingkah laku.[1]
            Jadi,metode psikologi adalah cara atau jalan untuk menempuh ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jiwa.
           
2.2. Jenis-jenis metode psikologi
            Secara garis besar psikologi terdiri atas dua metode yakni metode yang bersifat filosofis dan metode bersifat empiris,yang terbagi atas beberapa metode-metode didalamnya.
1. Metode yang bersifat Filosofis[2]
            Metode yang bersifat Filosofis terdiri atas beberapa bagian,diantaranya:
a.       Metode Intuitif
            Metode ini dilakukan dengan cara sengaja untuk mengadakan suatu penyelidikan atau dengan cara tidak sengaja dalam pergaulan sehari-hari.Dalam meode ini kita mengadakan penilaian terhadap sesama kita atau benar-benar ingin kita ketahui keadaannya,melalaui kesan-kesan terhadap orang tersebut.Metode ini kurang memenuhi syarat,karena harus dikombinasaikan dengan metode-metode lain guna memperoleh kesimpulan yang valid.


b.      Metode Kontemplatif
            Metode ini dilakukan dengan jalan merenungkan objek yang akan diketahui dengan mempergunakan kemampuan berpikir kita.Alat utama yang digunakan adalah pikiran yang benar-benar sudah dalam keadaaan objektif.Dalam arti murni,tidak bercampur dengan pengaruh-pengaruh  dari luar.Kalau metode ini dapat dicapai,maka pikiran benar-benar dalam keadaan yang objektif sehingga dapat dicapai hakikat objek yang dituju.

c.       Metode Filosofis Religius
            Metode ini menggunakan materi agama,sebagai alat utama untuk meneliti pribadi manusia.Nilai-nilai yang terdapat dalam agama itu merupakan kebenaran absolut dan pasti.Dengan kata lain,kita menyelidiki jiwa manusia beserta segala seginya dengan menggunakan materi yang tertera dalam kitab suci sebagai norma standar penilaian.

2. Metode yang bersifat Empiris[3]
  Dalam metode yang bersifat Empiris terbagi atas beberapa bagian,diantaranya:
a.       Metode Observasi
                        Metode observasi  merupakan metode yang dilaksanakan untuk mempelajari  kejiwaan dengan sengaja  mengamati secara langsung,teliti,dan sistematis.
Dalam metode observasi,dapat dilakukan dengan tiga cara,yanki:
(1). Metode Introspeksi
                 Metode ini dilakukan  dengan cara mengamati dan mempelajari sesuatu yang pernah dialami.Dalam hal ini,penyelidik melihat kembali peristiwa-peristiwa kejiwaan yang telah terjadi dalam dirinya sendiri dan bukan apa yang sedang terjadi di dalam dirinya.
(2). Metode Instrospeksi Eksperimental
                 Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengadakan eksperimen secara sengaja dan dalam suasana yang dibuat.Metode ini merupakan penggabungan metode introspeksi dan eksperimen.Pada introspeksi murni,hanya diri penyelidik yang menjadi objek,akan tetapi pada introspeksi eksperimental,jumlah subjek terdiri dari beberapa orang yang dieksperimentasi.
(3).Metode Ekstrospeksi
                 Suatu metode dalam ilmu jiwa yang berusaha untuk menyelidiki atau mempelajari dengan sengaja dan teratur gejala-gejala jiwa sendiri dengan membandingkan gejala jiwa orang lain dan mencoba mengambil kesimpulan dengan melihat gejala-gejala jiwa yang ditunjukkan dari mimik dan pantomimik orang lain.

b.      Metode Pengumpulan Bahan
                        Metode pungumpulan bahan merupakan suatu metode dengan penyelidikan yang dilakukan dengan mengolah data-data yang didapat dari kumpulan daftar pertanyaan dan jawaban (angket),bahan-bahan riwayat hidup ataupun bahan-bahanlain yang berhubungan dengan apa yang sedang diselidiki.Dalam rangka mendapatkan data  dengan teknik pengumpulan bahan ini peneliti dapat menempuh dengan tiga cara,yakni:
(1). Metode Angket-Interviu
                 Metode ini merupakan suatu penyelidikan yang dilaksanakan dengan menggunakan daftar orang banyak,sehingga berdasarkan jawaban yang diperolehnya dapat diketahui keadaan jiwa seseorang.
(2). Metode Biografi
                 Metode ini merupakan lukisan atau tulisan perihal kehidupan seseorang,baik sewaktu ia masih hidup maupun sesudah meninggal.Dalam metode ini,seseorang menguraikan tentang keadaan,sikap ataupun sifat-sifat lain mengenai orang yang bersangkutan.
                 Ada dua macam versi tulisan dalam metode ini,yakni tulisan dalam buku harian yang ditulis orangnya sendiri yang disebut dengan Autobiografi.[4]Dan versi kedua disebut dengan Biografi yang artinya buku tentang riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang-orang tertentu.
(3). Metode Pengumpulan Bahan           
                 Pengumpulan bahan artinya suatu metode yang dilaksanakan dengan jalan mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan dalam melakukan penyelidikan.

c.       Metode Eksperimen (Percobaan)
                        Istilah eksperimen (percobaan) dalam psikologi berarti pengamatan atau secara teliti terhadap gejala-gejala jiwa yang kita timbulkan dengan sengaja.Tujuanan eksperimen adalah untuk mengetahui sifat-sifat umum dari gejala-gejala kejiwaan.Misalnya,mengenai pikiran,perasaan,kemauan,ingatan,fantasi dan lain sebagainya.

d.      Metode Klinis
            Metode Klinis adalah metode yang berupa nasehat dan bantuan kedokteran yang diberikan kepada para pasien,oleh ahli kesehatan.Metode klinis yang diterapakan dalam psikologi ialah kombinasi dari bantuan klinis medis dengan metode pendidikan,untuk melakukan observasi terhadap para pasien.Observasi dilakukan dalam ruang klinik dengan fasilitas yang cukup,untuk meneliti segala tingkah laku pasien.

e.       Metode Interviu
            Interviu merupakan metode penyelidikan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan secara lisan dan berhubungan secara langsung (face to face).Hal yang penting pada interviu adalah membuat pertanyaan sedemikian rupa hingga yang diinterviu tidak merasa diinterviu dengan hal-hal yang telah disiapkan terlebih dahulu.

f.       Metode Testing
            Metode ini merupakan metode penyelidikan yang menggunakan soal-soal,pertanyaan-pertanyaan atau tugas-tugas lain yang telah distandardisasikan.

g.      Metode Kuesioner[5]
            Metode ini merupakan metode dengan menggunakan daftar pertanyaan (angket) yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang yang menjadi subjek dari penyelidikan tersebut.Dengan metode orang dapat memperoleh fakta dan opini.Pada garis besarnya angket terdiri dari dua bagian,yaitu :
1.Bagian yang mengandung data identitas.
2.Bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin diperoleh jawabannya.

h.      Metode Statistik
            Metode ini digunakan untuk mengadakan penganalisisan terhadap materi atau data yang telah dikumpulkan dalam suatu penyelidikan.

i.        Metode Longitudinal
            Metode Longitudinal adalah metode penyelidikan yang membutuhkan waktu relatif lama untuk mencapai sesuatu hasil penyelidikan.Misalnya,penyelidikan tentang perkembangan  seseorang.

j.        Metode Cross-Sectional
            Metode ini merupakan suatu metode penyelidikan yang tidak membutuhkan waktu lama di dalam mengadakan penyelidikan dan metode ini hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat.Misalnya,penyelidikan melalui eksperimen.



III. Kesimpulan
            Melalui pemaparan diatas,kami sebagai penyaji menyimpulakan bahwa tidak hanya satu metode dalam psikologi bahkan bisa dibilang cukup banyak dan di dalam metode-metode tersebut memiliki cara-cara yang berbeda dengan metode lainnya,misalnya melalui penyelidikan secara langsung ataupun tidak langsung,pengamatan,perenungan,berupa nasehat,dan juga dengan mengumpulkan bahan-bahan.Nah,semoga dari apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua dan menambah wawasan pengetahuan kita.


IV. Daftar Pustaka

Ahmadi H. Abu,Psiokologi Umum,Jakarta:Rineka Cipta,2009

Gazali.A ,Ilmu Jiwa Umum,Bandung:Ganaco,1980

Gunarsa Singgih D,Psikologi Perwatakan,Jakarta:BPK-GM,1987

Walgito Bimo,Pengantar Psikologi Umum,Yogyakarta:ANDI,1992


[1] Singgih D.Gunarsa,Psikologi Perwatakan,(Jakarta:BPK-GM,1987),3
[2]H. Abu Ahmadi,Psiokologi Umum,(Jakarta:Rineka Cipta,2009),9
[3]H. Abu Ahmadi,Psiokologi Umum,(Jakarta:Rineka Cipta,2009),10-22
[4]A.Gazali,Ilmu Jiwa Umum,(Bandung:Ganaco,1980),14
[5] Bimo Walgito,Pengantar Psikologi Umum,(Yogyakarta:ANDI,1992),17-28

Tidak ada komentar:

Posting Komentar